[Book Review] Words in Deep Blue

Leave a comment

August 3, 2020 by loratadine

Tidak cukup hanya membaca- aku ingin berbicara lewat halaman-halaman buku untuk bisa pergi ke sisi lainnya, untuk menemukan orang yg membaca mereka sebelum aku.

(Hlm 303)

Konnichiwa, Minna-san!

Happy Monday~

Novel Words in Deep Blue yang ditulis oleh Cath Crowley ini menjadi buku pertama yg kuselesaikan di bulan Agustus.

Aku suka covernya. Simpel tapi mewakili ceritanya. Terjemahannya juga luwes. Kayak baca novel lokal aja.


Bagian awal, kita akan bertemu dengan Rachel Sweetie, yang baru saja kehilangan adiknya, Cal. Lukanya masih basah walau sudah hampir 10 bulan, ibunya seperti zombie, hidup terpisah dengan Dad di luar negeri, dan gagal di kelas 12 di Sea Ridge. Jadi, Rachel akan kembali ke Gracetown untuk tinggal dengan bibinya, Rose.

Blurb Words in Deep Blue


Buku ini mengajak kita mengunjungi Howling Books, toko buku bekas di Gracetown, pinggiran kota Melbourne. Howling Books milik keluarga Jones. Michael dan Sophia sudah bercerai, sedang berdebat tentang opsi menjual Howling Books karena tidak menghasilkan. Siapa yg masih membeli buku bekas di saat semua hal bisa dibaca via internet?

Henry Jones, sahabat Rachel, sedang bucin dengan Amy, ketika Rachel pindah ke Sea Ridge. Dan itu mengubah hubungan persahabatan mereka selama tiga tahun terakhir.

Kepindahan Rachel ke Gracetown mengambil peran dalam perjalanan Howling Books, memperbaiki hubungan persahabatannya dengan Henry, serta menerima kepergian Cal.

Yang paling aku suka dari buku ini adalah gagasan tentang Perpustakaan Surat. Ada sebuah ruangan di Howling Books, di mana buku-buku yang ada di ruangan itu tidak dijual dan bisa digunakan bebas untuk ditulisi pinggirannya, digaris bawah, diselipi surat, apapun. Sebuah seni komunikasi antar pembaca. Dan ada Klub Buku yg rutin berjalan.

Alur maju menggunakan pov 1 Rachel dan Henry bergantian.

Ada selingan surat George- Pytheas, Surat Rachel-Henry, George-Martin, Michael-Sophia, dan beberapa selipan lain yg menarik untuk diikuti. Cek aja tanggal surat untuk tau setting waktunya.

Sepanjang baca aku menebak-nebak tokoh Pytheas. Walaupun tebakanku benar tetap saja sepertiga bagian akhir mengaduk emosi.

Buku ini tentang persahabatan, dengan selipan humor dan romance. Tentang berjalan maju setelah kehilangan. Aku merekomendasikan buku ini untuk dibaca siapa saja yg hidup bersama buku.

Ada banyak judul buku lain yg disebutkan. Cukup menggugah untuk menambah daftar wishlist. 🤣

Masa lalu ada bersamaku; masa depan belum dipetakan dan bisa berubah. Hak kitalah untuk berimajinasi, membentangkannya di depan kita. Penuh cahaya matahari, biru tua dan kegelapan.

(Hlm 342)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 16,862 hits

Goodreads

Instagram

Daily Story

August 2020
S M T W T F S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 737 other followers

%d bloggers like this: