[Book Review] Bajak Laut dan Mahapatih

1

July 1, 2019 by loratadine

20190630_142955-01

Halo~

Happy Monday, Minna-san!

Lama gak muncul ya~

Kali ini aku membawa kabar baik bahwa Kang Adhitya Mulya baru saja menerbitkan novel baru di Gagasmedia. Yay!

Novel Bajak Laut dan Mahapatih ini adalah lanjutan Bajak Laut dan Purnama Terakhir yang telah terbit pada tahun 2016 dan sudah dicetak ulang dengan cover baru.

Sebelumnya, aku share dulu sinopsisnya ya~

Jaka Kelana: bajak laut yang konyol, tapi pintar (terkadang). Cita-citanya kali ini bukan terkenal dan disegani, simpel saja, gimana sih caranya biar nggak jomlo lagi? Dia pengin banget melamar Galuh, sang pujaan hati. Namun, apa profesi bajak laut—yang jadi buronan banyak orang—bisa memiliki masa depan bagus?

 

Gajah Mada: panglima perang Kerajaan Majapahit. Cita-cita Mahapatih adalah menyatukan Nusantara, menaklukkan beberapa daerah. Sumpah Palapa pun ia ucapkan, yang merupakan janji setia kepada kerajaan. Tentu saja, di setiap perang ada banyak cerita. Drama apakah yang terjadi pada sang Mahapatih dan kisah-kisah perangnya?

Lalu, bagaimana cerita Jaka Kelana bisa terkait dengan Mahapatih Gajah Mada yang hidup puluhan tahun lalu? Apakah Jaka berhasil membuktikan bahwa ia ganteng dan tidak jomlo selamanya? Padahal, kegantengan dirinya itu mutlak menurut Jaka seorang.

Petualangan Jaka Kelana adalah novel komedi berlatar sejarah yang pertama di Indonesia! Adhitya Mulya adalah penulis novel bestseller yang dikenal lewat banyak karya, seperti Sabtu Bersama Bapak, Jomblo, Gege Mengejar Cinta. Kali ini, lewat riset sejarah dan komedi khasnya, ia berhasil menulis novel yang diceritakan dengan menarik.

 

Novel ini dibuka dengan situasi di pelabuhan Banten, atau dulu disebut dengan istilah Bandar Banten pada tahun 1675. Sekitar 3 tahun setelah kejadian Jaka dan Naga di Nusa Tenggara. (Baca Bajak Laut dan Purnama Terakhir)

Jaka Kelana masih menjadi buronan VOC dan kali ini bernilai enam juta real jika tertangkap hidup dan tiga juta real jika berhasil ditangkap mati. Jaka memiliki empat orang awak kapal, yaitu Abbas, Lintong, Surendro dan Aceng. Mereka memiliki kapal Pinisi putih tetapi menamai diri Kerapu Merah.

Misi Jaka adalah melamar Galuh Puspa. Walaupun sudah dua belas kali ditolak Galuh, Jaka tidak gentar. Kali ini Jaka akan melakukan apa saja demi Galuh.

Banyak tokoh baru yang muncul di novel ini.

1. Tumenggung Wirakrama di Kesultanan Mataram yang menggantikan Tumenggung Rahmat.

2. Datuk Sri Zubaedah dan dua pengawalnya, Cantik Wangi dan Pasak Bumi.

Ada banyak tokoh lain yang tidak terlalu penting perannya, jadi silahkan baca sendiri. 😆

Konflik mengalir dengan situasi Jaka membuka jasa angkut dari Bandar ke Bandar, hingga kita tiba di bagian Tumenggung Rahmat menyerahkan sebuah jurnal milik Patih Gajah Mada kepada Wira. Lalu apa kaitannya Gajah Mada dengan Jaka Kelana?

Jika biasanya novel berlatar sejarah disajikan dengan serius, Kang Adhit menyajikan cerita dengan gaya komedi. Aku selesai baca dalam dua hari karena bahasanya yang mengalir.

Kita akan disuguhi dengan alur maju, selang-seling membahas Jaka dan Wira. Jurnal Mada disini diberi penandaan huruf dan warna kertas yang berbeda, sehingga pembaca bisa membedakan.

Pov 3 yang dipakai membuat membaca seperti menonton film laga. Serius, gaya menulis kang Adhit cocok buat yang suka visual.

Yang aku suka dari novel ini yaitu risetnya detail. Walaupun banyak improvisasi dan ya pas baca aku mikir “gak mungkin juga sih kayaknya” tapi enak banget bacanya.

Sebagai siswa yang suka mata pelajaran sejarah jaman SD-SMP aku semacam membaca biografi Patih Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa. Ilustrasinya juga bagus banget. 😍😍😍

Novel ini kurekomendasikan buat pembaca semua genre, terutama yang suka sejarah dan komedi. Eh, tapi sebaiknya yang sudah 17+ soalnya ada beberapa bagian yang bikin ngilu. Gak dicantumkan rating umur di cover belakangnya.

Sejauh ini Bajak Laut dan Mahapatih menjadi salah satu bacaan favoritku di tahun 2019. Semoga akan ada lanjutannya lagi. 👍

Rating: 4/5🌟

Rating Usia: 17+

 

Terimakasih untuk @gagasmedia yang sudah memberikan kesempatan membaca dan mengulas buku ini. Semoga sukses selalu.

One thought on “[Book Review] Bajak Laut dan Mahapatih

  1. Petrichor says:

    Foto-foto bukunya makin kece ya, Ne.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 16,846 hits

Goodreads

Instagram

Daily Story

July 2019
S M T W T F S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 737 other followers

%d bloggers like this: