[Book Review] Goodbye, Things

5

December 21, 2018 by loratadine

42851467Judul: Goodbye, Things; Hidup Minimalis Ala Orang Jepang (Bokutachini, Mou Mono wa Hitsuyou nai)
Penulis: Fumio Sasaki
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2018 (versi asli terbit 2015)
Tebal buku: 250 halaman
Rating: 3,7/5*

 

Halo~

Happy Friday, Minna-san!

Bulan ini aku lagi rajin baca buku nonfiksi. Tema pengembangan diri cukup menarik untuk dibaca sebagai selingan supaya gak reading slump.

Pertama tau buku ini dari story @senjaandbooks. Seperti yang kalian tau aku mudah tergoda cover cakep. Ternyata adaptasi dari sampul asli.

Membaca ini semacam membaca buku tips menjadi minimalis. Sebelumnya aku sudah membaca tentang Metode Konmari dari Marie Kondo dan Seni Hidup Minimalis dari Francine Jay. Walaupun intinya sama, tapi buku ini menjadi panduan buat orang-orang yang ingin berproses menjadi minimalis.

Bagian awal berisi foto contoh ruangan milik orang-orang minimalis di Jepang. Dilanjutkan dengan deskripsi kenapa harus minimalis dan refleksi tentang kebiasaan mengumpulkan banyak barang.

Bagian tiga, 55 Kiat Berpisah dari barang dan 15 Kiat Tambahan. Bagian ini sukses membuatku tercengang karena banyak yang aku banget.

Bagian empat dan lima banyak membahas konsep bahagia dan hal-hal yang berubah sejak Fumio-sensei membuang barangnya. Buat yang gak suka deskripsi, mungkin membaca bagian awal dan akhir cukup membosankan. Bagian tiga bisa bikin kejang-kejang dan defense karena konsepnya jauh banget dari kebiasaan sehari-hari. Aku bacanya pelan-pelan supaya gak defense dan berusaha memahami bahwa Fumio-sensei juga dulu sama. Fumio-sensei butuh waktu 5 tahun untuk bisa menjadi minimalis.

Secara umum aku puas bisa selesai baca buku ini. Semacam dapat motivasi untuk “sayonara” dengan barang-barang. Bagiku proses berpisah dengan barang bukan hal mudah, dan aku gak tau apakah bisa menerapkan ke-55 tipsnya, tapi aku merekomendasikan buku ini untuk menambah pengalaman baca bagi yang ingin berubah menjadi lebih baik.

Aku ingat sebuah qoute, “Collect moments, not things”. Semakin sedikit barang, kita akan lebih fokus dengan hal-hal yang penting bagi kita. Di penghujung 2018 ini aku menyarankan kalian untuk membaca buku ini, Konmari atau Seni Hidup Minimalis supaya bisa memulai 2019 dengan konsep yang baru. Have a nice weekend. See you!

Kalasan, 21 Desember 2018

-ne

5 thoughts on “[Book Review] Goodbye, Things

  1. Yahhh… kayaknyah saya butuh baca buku ini. Karena saya paling berat membuang barang. Terlihat tidak penting barangnya, tapi kenangan yang melekat di barangnya itu lohhh 😅

    • loratadine says:

      Iya kak, berpisah itu proses. Bisa baca Konmari dulu kalo masih berat, pelan-pelan bisa ekstrim kayak Fumio Sasaki.

  2. Petrichor says:

    Belum kesampaian untuk beli buku ini.. 😀

  3. Ristra Russilahiba says:

    Sebenarnya sejak dulu sudah tertarik sama yang namanya “minimalisme”, Kak, tapi sampai sekarang bingung mau mulai declutter dari yang mana (saking banyaknya barang di rumah). Mungkin bisa ya dapat inspirasi dari buku ini, he-he.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 16,853 hits

Goodreads

Instagram

Daily Story

December 2018
S M T W T F S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 737 other followers

%d bloggers like this: