Buku Versi Cetak vs Digital

Leave a comment

December 8, 2018 by yonea

QoTD: kalian lebih suka baca buku fisik atau digital?
Halo~
Konnichiwa Minna-san!
Akhir-akhir ini twitter dan instagram sedang heboh membahas tentang perubahan sistem pembayaran langganan premium hanya dengan kartu kredit- yang semula bisa dilakukan pula via transfer atm dan google pay (dengan pulsa) tentu membuat heboh kalangan #bookstagrammer penikmat baca murah via aplikasi Gramedia Digital (GD)
Aku sudah berlangganan Gramedia Digital sejak Januari 2018. Cukup lama untuk mendapat banyak manfaatnya, yaitu:
1. Lebih hemat
Aku jadi lebih selektif membeli buku yang benar-benar menarik hati. Walaupun sudah baca di GD, tapi kalo aku suka banget ya aku beli buku fisiknya.
2. Ramah lingkungan.
Bayangkan berapa banyak pohon yang ditebang demi menerbitkan satu judul buku?
Bagaimana jika buku tidak lagi dicetak? Tentu tingkat penggunaan kertas berkurang dan pohon yang ditebang berkurang.
Aku jadi pelanggan toko buku bukan satu dua hari, tapi sudah belasan tahun. Makin ke sini buku baru makin banyak, petugas toko buku sampe kewalahan menata displaynya.
Mirisnya, obral buku makin banyak. Harga sadis 10.000, 20.000 dan 30.000/
Seolah-olah obral itu solusi mengosongkan gudang penuh. Ya gimana sih klo aliran terbit buku seperti air? Gak imbang dong. Infonya ada sistem daur ulang  untuk buku-buku yang tidak laku menjadi bubur kertas, tapi seberapa efektif sih?
Harusnya ada sistem cetak terbatas sesuai jumlah yang diketahui pada masa pre-order supaya buku yang terlanjur dicetak tidak menumpuk di gudang. Bukan kapasitasku membahas tentang proses penerbitan. Ini sekedar masukan supaya buku-buku yang terbit benar-benar layak dan yakin terjual habis.
3. Ruang penyimpanan berkurang
Dalam setahun terakhir aku sudah menjual 4 rak buku dan sekitar 500 novel. Alasan utama aku butuh uang. Ketersediaan e-book di gramedia digital dan google playbook benar-benar melegakan. Fasilitas ini sangat memudahkan aku menjadi minimalis.
Untungnya bulan ini aku tetap bisa melanjutkan berlangganan premium gramedia digital. Tapi bisa jadi banyak orang diluar sana yang tidak punya kartu kredit tidak lagi berkesempatan berlangganan.
Terimakasih banyak sudah memfasilitasi selama ini. Semoga pihak @gramediadigital ke depan lebih mempermudah akses pembayaran pelanggan premium.
Aku tidak tau berapa tingkat penurunan penjualan buku setahun terakhir sejak adanya aplikasi scoop atau gramedia digital. Tapi sekilas bisa disimpulkan dari komentar para #bookstagrammer di postingan tentang ini di instagram @y0nea bahwa peminat baca buku versi cetak (buku fisik) lebih banyak daripada buku digital (e-book).
Mau pilih baca versi cetak maupun digital, semoga minat baca di Indonesia terus meningkat.
-ne

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 17,278 hits

Goodreads

Instagram

My Script

Daily Story

December 2018
S M T W T F S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 765 other followers

%d bloggers like this: