BBB Penting Gak Sih?

6

March 27, 2018 by loratadine

Di kalangan para bookstagrammer, ada istilah BBB atau Buying Book Ban, maksudnya yaitu puasa beli buku. Nah, apa semudah itu? Mengingat belanja buku sudah seperti kebiasaan seperti halnya belanja kebutuhan sehari-hari. Beberapa waktu ini aku chat dengan beberapa bookstagrammer tentang gimana caranya supaya timbunan tidak menumpuk. Penasaran? Sila disimak baik-baik~

1.A.A.Muizz (@dereizen)

Tips ala bapak satu ini wajib dicoba

  • Ingat Prioritas

Banyak kebutuhan lain yang lebih prioritas daripada beli buku. Kalau pengen punya buku, rajin-rajin ikut giveaway dan daftar nge-host review. Lumayan dapat buku gratis. Tapi pilih-pilih bukunya, jangan sampe daftar yang bukan genre kesukaan atau temanya gak suka. Nanti jadi beban. Karena nge-review berarti harus rela promo. Kalo nggak suka, nggak boleh bohong kalo suka buku itu.

  • Rajin pinjam atau download e-book.

Dulu pesimis bisa baca e-book, tapi setelah pinjam di iJak, si bapak mulai ketagihan. Sekarang bisa baca e-book gratis yang asli di iJak, iPusnas atau scoop a.k.a Gramedia Digital.

  • Ubah mindset

Pengen punya harus jadi yang penting baca. Jadi nggak harus beli buku itu. Boleh beli karena emang butuh atau pengen banget. Kalau ngikutin buku yang hype, kalau gak cocok malah DNF (did not finish/gak baca sampe selesai) kan rugi. Nah, setuju banget.

Pesan Pak Muizz, daripada BBB, mending membatasi saja. Jadi sebulan buat belanja buku maksimal nominal sekian. Atau maksimal berapa buku. Kalau BBB, nanti pas usai pasti buat beli list yang panjang banget selama BBB. Wah, bahaya juga efek sampingnya.

2. Rezza Dwi (@wireawi)

Rezza punya 3 tips supaya timbunan nggak menumpuk:

  • Jumlah buku yang dibaca bulan itu minimal harus sama kayak jumlah bookhaulk.a buku yang datang (entah beli atau dikasih) kalau bisa malah wrap-up (buku yang dibaca) lebih banyak dibanding bookhaul.

Rumusnya: wrap-up =/> bookhaul.

Pas tau rumus ini bikin aku kapok deh. Haha. Jadi, Maret ini aku beli 17, baru baca 6 buku fisik dan 3 e-book, nah, e-book nggak dihitung, karena nggak ngurangi timbunan. Berarti aku masih ada hutang baca 11. Oiya, ada 1 bookmail juga dari penerbit untuk ngehost, nah, jadi hutang baca 12 nih. Nggak bakal kelar Maret kan? jadi timbunan deh.

  • Perketat wishlist

Kalau sekiranya gak terlalu kepengen, nggak usah dimasukin wishlist. Harus beneran yang pengen banget banget.

  • Beli buku ingat wishlist

Usahakan jangan beli selain di wishlist. Lagian tiap mau belanja buku inget dulu buku yang dibaca bulan itu udah banyak apa belum.

Coba komitmen sama 3 poin itu, TBR perlahan menyusut. Kalo poin a dijalankan, timbunan nggak nambah, minimal tetap. Kalo bisa jangan BBB, soalnya abis BBB kalap. Motivasinya baca lebih banyak biar timbunan habis dan boleh beli banyak. Jadi, jumlah beli buku sesuai dengan yang sudah dibaca. Tetap beli buku. Kalo udah baca banyak, boleh beli banyak. Jadi kayak reward dan punishment gitu ya? Kalo baru baca dikit jangan beli banyak, nanti timbunannya nambah.

Ada poin satu lagi sih dari Rezza, yaitu selektif daftar host review dan daftar giveaway hadiah buku, karena nanti kan nambah buku baru. Artinya, buku itu juga tanggungan untuk dibaca. Akhirnya jadi mikir, sanggup nggak baca segini bulan ini? Ini baru mainnya angka ya, belum lagi kalo ngomongin urutan baca, wiii.. ada timbunan dari tahun lalu..

3. Alyaa (@alyaale07books)

Anak SMA yang ngaku istri tokoh fiksi Vierro Damara ini punya tips yang jitu banget:

  • Selalu inget kalau kita bakal ada kebutuhan mendadak. Kalau kalap terus ada kebutuhan tiba-tiba pas uang habis kan repot.
  • Ingat masih banyak buku yang memasang wajah memelas di rak buku. β€œbacalah aku~~ bacalah aku~~~” Haha. Terutama buku-buku DNF. Mereka menunggu untuk dilanjutkan

4. April Cahaya (@avelight12)

Diam-diam April sudah berhasil BBB 3 bulan lho. Tapi Wishlistnya jadi banyak. Haha. Tipsnya cuma pura-pura nggak liat diskon dan buku baru. Haha, tapi kata April jangan Unfollow akun olshop dan penerbit. Nah, lho, gimana dong? Skip caption gitu kali yaa..

5. Astrid C (@beingacid)

Kata kacid, BBB itu bikin khilaf. Kacid berhasil BBB 1 bulan, bulan berikutnya khilaf. Tips kacid BBB apa?

  • Sabar menunggu diskon
  • Mengirit dengan baca di Gramedia Digital
  • Fokus baca timbunan dengan baca bareng

 

Oke, segitu dulu hasil wawancara dengan teman-temanku di dunia maya. Semoga bermanfaat ya. Boleh share juga tips kalian di kolom komentar. Happy Reading~

Yogyakarta, 27 Maret 2018

-ne-

 

 

6 thoughts on “BBB Penting Gak Sih?

  1. A.A. Muizz says:

    ((( bapak yang satu ini )))

    Aku merasa tua jadinya. 😣😣😣

  2. Jawabanku adalah jawaban paling spontan diantara semuanya.
    Padahal ada jawaban yg lebih konyol lagi lho. πŸ˜€

  3. Petrichor says:

    Ya ampun, Ne. Lama gak kunjung ke blogmu, sekarang isinya buku semua ya…
    Hahaha, aku gak bayangin apa kabar kamar kos-mu di Jogja, pasti udah jadi gudang buku,
    Btw, masih stay di Jogja kah?

    • loratadine says:

      Iya mbak, ganti status jadi book blogger sejak blog penuh laba-laba. Status koleksi 1052, fisiknya paling gak nyampe separuh. Haha. Banyak yang udah dijual. Alhamdulillah masih di Jogja mbak. Kabar-kabar kalo mudik, biar bisa meet up.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 16,847 hits

Goodreads

Instagram

Daily Story

March 2018
S M T W T F S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 737 other followers

%d bloggers like this: