Rajab Tahun ini

Leave a comment

June 10, 2014 by loratadine

Dimulai dengan Rihlah lintas generasi.

Yon's11860

Dan disudahi dengan reuni sahabat yang lama tak bersua.

#Lukman_Lani

#Lukman_Lani

Tapi di antara itu, aku diberi kesempatan menjadi pasien di rumah sakit tempatku bekerja. Hehe..

Ya, Maagku kumat parah kali ini.

Ahad (18/5)

Setelah beberapa hari begadang dan hutang tidur, hari ahad harusnya bisa jadi waktu untuk istirahat. Tapi tidak. Aku harus membeli snack untuk sebuah acara. Dan menghadiri syukuran seorang teman. Guess what? Aku tak sempat sarapan. Sorenya ada agenda rutin pekanan sampai menjelang Isya’. Rumah sensei lumayan jauh dan aku baru sampai di Salima jam 8 malam. Then, telat dinner juga.

Senin (19/5)

Aku masuk pagi, jaga UGD seperti biasa. Sarapan sudah. Makan siang nggak telat. Dalam perjalanan pulang aku agak mual dan seperti masuk angin. Aneh. Ini kan siang, koq bisa? Maka aku mampir ke sebuah warung dan membeli makanan untuk mengganjal perutku sembari menunggu yang piket masak melaksanakan tugasnya.

Sesampainya di Salima, aku makan dengan tenang. Habis makan ngantuk. Baru jam 4. Sebenarnya si nggak bagus ya tidur habis ashar. Tapi berhubung aku punya hutang tidur, baiknya dibayar aja. Hehe..

Tepat waktu azan, aku terbangun. Perutku terasa tak enak. Rasanya penuh dan mual. Entah berapa kali aku bolak-balik ke belakang. Bukan diare, tapi muntah-muntah. Kakiku lemas dan kepalaku pusing. Separah-parahnya maagku kumat, nggak pernah kayak gini.

Mbak Ratu yang sedang terapi radang usus mengusulkan minum brotowali. Dengan berat hati aku mencobanya. Ternyata efek brotowali membuatku muntah-muntah lagi. Setelah minum madu, perutku mulai nyaman. Tapi ternyata tak berlangsung lama. Perutku kembali berkontraksi. Sepanjang malam aku tak bisa tidur. Bahkan untuk meluruskan punggung. Maka aku memejamkan mata dalam posisi duduk.

Selasa (20/5)

Usai sholat subuh, aku mencoba minum susu jahe. Lumayan tidak mual lagi, tapi sakit perutnya masih teras. Mbak Ratu mencoba mengubungi tempat bekam langganannya. Aku ijin kerja ke koordinator unit farmasi.

Tepat pukul 8, kami tiba di tempat bekam di sekitar Condong Catur. Karena belum pernah dibekam, aku dipijat dulu supaya kondisiku stabil. Tensiku rendah. Ibunya memberi banyak saran tentang makanan apa saja yang boleh dan tidak. Aku harus minum madu 3 kali sehari.

Setelah hampir 2 jam di sana, kami pulang. Setelah minum madu, aku tertidur sampai dzuhur. Bangun untuk sholat, minum madu lagi, lalu makan nasi yang dilumatkan. Aku tidak suka bubur. Kemudian tidur lagi. Bangun ashar, sholat dan kupikir keadaanku mulai membaik. Aku berencana ngedate dengan Nurul.

Ternyata malamnya tak jauh beda dengan malam sebelumnya. Maka Nurul datang ke Salima. Akhirnya kuputuskan jika pagi belum membaik, aku akan periksa di UGD.

Rabu (21/5)

Akhirnya ke UGD. Setelah diinjeksi Ranitidine, perutku masi sakit. Tiba-tiba pinggangku juga nyeri. dr. Yosy menyarankan untuk cek lab, darah dan urine. Hasil lab darah relatif normal, sedangkan di urine ada bakteri. Diagnosa awal ISK. Aku diberi Cyprofloxacin (Antibiotik) dan Mucogard (sucralfat- obat maag dengan mekanisme melapisi mukosa lambung), serta obat nyeri perut Gitas Plus(kombinasi Hyoscine N-butylbromide dan parasetamol). Sebelum pulang, aku mampir di farmasi sampai nyerinya agak berkurang. Oiya, aku ke RSIY diantar pake motor. Hehe..

Sesampainya di Salima, aku makan pisang, kemudian nasi (yang dilumatkan), kemudian minum obat. Seperti yang sudah ditebak, aku muntah. LAGI. Setelah dzuhur, akhirnya aku bisa tertidur.

Menjelang maghrib, Dian datang membawa oleh-oleh. Tak lama kemudian ada Intan, dan menjelang isya’, Desy dan Vhe datang. Mereka memaksaku makan bubur. Sekitar jam 8 mereka pamit, tapi kemudian perut dan pinggangku sakit. Tanpa banyak mikir, mereka menelpon taksi. Dan aku akhirnya diangkut ke UGD. Lagi.

Nurul menyusul ke RSIY. Dia mengabari Eza tentang kondisiku. Eza menelpon ibu. Itu sudah lewat jam 9 malam. Perawat langsung memberiku injeksi Ketorolac dan Scopamin. Karena masih nyeri, injeksi Ketorolac dicampur ke dalam infus Ringer Laktat. Ooo, jadi gini rasanya diinfus..

Aku segera dipindahkan ke bangsal perawatan di gedung induk. Vhe, Desy, Nurul dan Suci pulang, sedangkan Hanifah menemaniku. Padahal besok dia ujian. Perawat memberiku kompres panas untuk mengurangi nyeri.

Hampir pukul 11 malam, dr. Titie visit. “Besok di USG aja ya.” Kata beliau. “Eh, kayaknya sering liat deh..” Lalu kujawab, “Saya di Farmasi dok..”

Kamis (22/5)

Belum setengah enam ketika Nurul muncul. Hani harus pulang untuk mempersiapkan ujiannya. Sarapan bubur hanya bisa masuk 2 sendok. Perawat datang mengganti infus RL dan memasukkan Ketorolac melalui threeway. Nyerinya sudah jauh berkurang.

Setengah 8, waktu pergantian shift, 3 orang rekan farmasi yang jaga malam dan jaga pagi datang. Om Sam datang sekitar pukul 8. Tak lama kemudian Eza dan Om Evan datang. Sensei, dan beberapa teman bergantian datang. Termasuk koordinator unit Farmasi. Duh, pastinya susah nyari personil tambahan karena kurang personil.

Setelah dzuhur aku baru bisa istirahat. dr. Rizq dan dr. Emy datang mewakili RSIY. Ya, beliau di bagian manajer medis. Padahal, aku termasuk karyawan baru. Seperti yang sudah kutebak, lagi-lagi rombongan farmasi maen. Kali ini yang shift siang. Sssttt.. Jam besuk nggak berlaku bagi karyawan.

Sorenya, ketika Pejuang07 besuk, perawat menjemputku untuk USG.

Ternyata ada sedikit radang di ginjal kiri. Dan aku harus banyak minum.

Sekitar pukul 5, dr. Noor Asiqoh, Sp PD. visit. Beliau dokter yang beberapa bulan lalu menikah dengan dr. Ngatwanto, Sp. P. Dokter paru favorit para pasien dan medrep.

dr. Noor menyampaikan diagnosisku: Dyspepsia Cystitis- gangguan pencernaan dan radang ginjal. Kata beliau aku sudah bisa pulang, tapi harus bedrest minimal 3 hari. Sukralfat dan Cypro-nya dilanjutkan, dan ditambah Ranitidine dan Ketorolac oral untuk jaga-jaga kalo nyeri. Aku tidak boleh minum kopi, makan pedas, santan, asam dan mie. Oow,.. Minum harus 2 liter, dan ngemil tiap 4 jam.. Oke. Fine.

Karena sudah hampir maghrib, Eza memutuskan untuk pulang besok pagi saja. Senyaman-nyamannya di RS, menurutku lebih nyaman di kosan. Apalagi aku di bangsal kelas II yang berbagi dengan 3 orang lain, yang ternyata bapak-bapak. Tentu aku semakin tak nyaman.

Jum’at (23/5)

Akhirnya bisa pulang. Ternyata oleh-olehnya banyak.

Logistik

Logistik

Dan yah, aku harus banyak minum air putih. 2 liter = 1 botol 1,5 L + 2,5 gelas 200 ml= 3 botol 600 ml + 1 gelas 200 ml = 10 gelas 200 ml.

Jadi, di tengah sibuknya bulan Mei, Allah memberiku banyak waktu untuk liburan. Padahal akhir Mei juga banyak tanggal merah kan?

Ya, disyukuri. Sekali-sekali jadi pasien. Setelah ini, jadi punya rem kalo mau makan pedes (jangan over), puasa makan mie (huhuhu), kurangi asem, no coffee, no santen, jangan begadang, banyak minum. Sehat itu enak. Sakit itu ribet. Udah mau Ramadhan, jangan sampe ngedrop lagi.

ramadhan.jpg

Salima, 10 Juni 2014, 12:52

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 16,850 hits

Goodreads

Instagram

My Script

Daily Story

June 2014
S M T W T F S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 737 other followers

%d bloggers like this: