Rihlah Arisan

2

March 18, 2013 by yonea

Tak terasa 1,5 bulan sudah aku PKPA di RSPAD Gatot Soebroto. Sebulan lalu, salah satu temanku -sebut saja YY- mengajak kami untuk weekend ke rumahnya yang di Cisarua. Waktu itu aku sudah berencana untuk ke rumah Bicik di Cikarang, sekalian pindahan Bicik yang di Bekasi ke Serang. Ternyata, weekend itu mereka nggak jadi ke Cisarua, diundur bulan depan, it means, kemarin.

Sesungguhnya ini ngapain ke Cisarua? Arisan dong. Jadi ceritanya komunitas angkatan kami punya program arisan buku. PJ arisan yang baik hati itu -sebut saja F- setiap bulan berubah menjadi seorang debt-collector. Beberapa bulan lalu, penggoncangan arisan disaksikan oleh YY seorang. Nah, karena si R sekarang bertugas di Jakarta, maka jadinya mereka kumpul bertiga. Dan, karena aku dan Rika sedang dalam tugas belajar di Jakarta *halah, maka YY berinisiatif untuk merealisasikan wacana yang sudah dibahas bertahun-tahun lalu: kumpul komunitas regional Jabodetabek!

Alhamdulillah, akhirnya jadi juga. Sabtu sore kami menuju di rumah YY di Depok dengan berbagai cara, motor, kereta, bis, mobil, *nggak ada yang naek helikopter* Lanjut berangkat ke Cisarua dengan komposisi 10 orang. Rumah YY cukup besar. Ada 2 kamar dengan ruang tengah yang luas. Penjaga rumah -suami-istri dan 3 orang anaknya- tinggal di semacam rumah mungil terpisah.

Asri. Itu kesan yang kutangkap pertama kali. Di kejauhan tampak lampu-lampu dari rumah di ujung sana. Ah, sayangnya hapeku tidak dilengkapi dengan modus malam, sehingga tak bisa menangkap keindahannya.

2013-03-17 13.09.12

Esok paginya, setelah sholat subuh berjama’ah dan membaca Al-Ma’tsurat pagi, kami berjalan-jalan di sekitar rumah tersebut. O,ya, di bawah rumah panggung ada kolam ikan, sedangkan di balik rerimbunan semak-semak ada sepasang rusa. Tak lama kemudian 2 orang yang menyusul tiba di TKP. Lengkaplah sudah para saksi arisan bulan ini. Ada 4 nama yang beruntung mendapatkan 4 paket buku lebih dulu, salah satunya adalah tuan rumah 😀

IMG-20130318-WA0002Setelah makan siang dan sholat dzuhur, kami berpamitan pada penjaga rumah dan menuju ke tempat selanjutnya. Karena komposisi 12 orang tidak memungkinkan untuk masuk dalam 1 mobil, maka ada 4 orang yang menikmati perjalanan menggunakan angkot. Aku jadi teringat sebuah dauroh (pelatihan) dimana kami tidak boleh menggunakan kendaraan pribadi. Pilihannya cuma naik angkutan umum atau jalan kaki.

Kalian tau, kemana tempat tujuan kami? Yak, TBN alias Taman Bunga Nusantara di Cipanas. Jangan kira cewek-cewek yang excited dengan ini. Kami begitu takjub melihat antusiasme para cowok sibuk dengan camera dan hapenya. Mengabadikan hamparan bunga aneka warna hingga berpose ala boyband. Lumayan kan untuk gambar kalender 2014. *fund raising mode=ON

IMG-20130317-WA0001 IMG-20130318-WA0001 TBN buka sampai pukul 6 sore, maka pukul 5-an kami menyudahi ekspedisi kami walau belum semua sudut kami kunjungi. Perjalanan pulang begitu panjang. Yang jurusan Pulo Gadung, Balaraja, Condet dan Thamrin pisah rombongan, sedangkan kami menuju Depok mengantar YY dan F serta mengambil motor. F menginap di Depok karena kereta ke Bekasi sudah habis.

Kami bertemu pemilik motor di Margonda ujung, pertigaan sebelum UI, sekalian mengantar yang mau turun di asrama PPS*MS Lenteng Agung. Yang motoran lanjut ke Condet, yang Thamrin ikut rombongan karena kami akan lewat Kuningan. Dari Thamrin belok kanan udah ke arah RSPAD tuh. Tapi kami nggak bawa seragam dong kalo mau nginep, haha.. Tentunya kami belok kiri melewati Bundaran HI menuju ke Tomang.

Di Tol Kebon Jeruk, si PJ mobil bertanya tentang Bis ke Cilegon. Nah, lho, itu bis terakhir kalo Supir kami mau langsung pulang. Tapi kan si PJ mobil belum kursus nyetir, sedangkan Supir dari Balaraja sudah tiba di Kantornya *curang deh pisah rombongan* Yasudah, akhirnya Supir mengantar kami dulu ke Meruya.

Tadi pagi, di grup WA sudah heboh bertanya-tanya tentang Supir Fulltime kami itu. Dan baru sadar kalo dia belum masuk grup. Haha. Yasudah, dengan japri, kami mengetahui sesi akhir perjalanan beliau: naek bis ke Cilegon dari Cikokol. Ah, kukira ia nekat naik motor dari Meruya. Sudah saatnya belajar nyetir, Kawan. Supaya bisa gantian.

Perjalanan kami hanya beberapa jam memang, tapi semoga bisa menjadi penyemangat mereka yang menjadi kuli Ibukota dan kami para mahasiswa yang sedang dalam tugas belajar.

Silaturahim. Emang nggak bisa dinilai dengan finansial sih. Oke, terserah deh kalo ada yang bilang ini ‘buang duit’. Tapi menurutku, ada sisi-sisi manusia yang tak bisa diukur dengan materi. Berapa banyak orang yang menghabiskan uangnya di tempat-tempat hiburan, mall, pasar, shopping keluar negeri, dsb, tapi abis tu nggak ngefek. Hilang bersama angin.

Banyak pembelajaran yang kami dapat dalam perjalanan kali ini. Ah, memang sudah seharusnya kita bisa mengambil pelajaran. Bahkan dari sekedar urusan simple semacam compile foto. Have a nice day!

Meruya, 18 Maret 2013, 23:30

2013-03-17 17.32.36

2 thoughts on “Rihlah Arisan

  1. Puji Lestari says:

    wow, pejuang 07 emang keren… kalian kompak ya? *ngiri

  2. gw gak kebayang ne orang-orang yang lo sebut.
    supir balaraja lah, apa lah. yg gw ngeh cuma mbak YY doang
    haha
    nice trip ya kayaknya

    next trip kebumen nih ya berarti
    ^^,

Leave a Reply to Desy Purnamasari Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 17,063 hits

Goodreads

Instagram

My Script

Daily Story

March 2013
S M T W T F S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 746 other followers

%d bloggers like this: