2nd Exam Dilema

Leave a comment

January 26, 2013 by loratadine

Ada yang unik di sistem ujian profesi. Kami mengambil 13 matakuliah, 11 wajib dan 2 pilihan. Ditambah 1 praktikum, total 25 sks. Dengan waktu ujian hanya 2 pekan, ada 16 mata kuliah yang diujikan. Berarti ada 2 ujian tiap harinya. Tanggal 7-17 Januari 2013 adalah masa ujian 1. Nilainya akan keluar H-1 atau pada hari-H ujian 2. Ujian 2 dilaksanakan 21-31 Januari 2013. Sampai hari ini, baru ada 4 matakuliah yang nilainya keluar.

  1. Etika dan per-undang-undangan farmasi –> dari 82 peserta, hanya 4 orang yang dapat nilai B, sisanya A
  2. Farmasi Rumah Sakit (FRS) –> dari 92 peserta, nilai rata-rata B, sisanya A dan C.
  3. Pelayanan Farmasi (Yanfar) –>  hanya 6 orang yang beruntung mendapat nilai A, sisanya B dan C.
  4. Manajemen Farmasi Komunitas (MFK) –> mayoritas dapat B dan C, hanya beberapa yang dapat A.
  5. Nutrasetika –> mata kuliah pilihan yang tidak kuikuti berimbang dapat A dan B, tidak ada nilai C sama sekali.

Kultur di farmasi adalah jika nilai maksimal adalah A, maka berapa kali pun ujian akan dicoba terus. Luar biasa. Dulu, ketika S1, nilaiku seperti rantai karbon. Mayoritas C. Maka, aku tidak akan mengulang ujian mata kuliah yang nilainya sudah B. Lain halnya dengan kali ini. Nilai A bukanlah tidak mungkin diraih jika aku mau belajar lebih keras. Kesempatan perbaikan ada 3 kali, ujian 2 sesaat setelah ujian 1 selesai, sedangkan ujian 3-4 sama dengan ngikut ujian 1-2 teman-teman di periode selanjutnya. Ketika itu sedang riweuh mengerjakan laporan praktek kerja profesi apoteker (PKPA). Maka, 2 hari ini bermodalkan nekat, aku ikut ujian 2. Yaaa.. kali aja bisa jadi A.. :3 Kata temenku sih, soal ujian 2 lebih susah, jadi belajarnya harus lebih serius. Nah, lho, berarti harus prepare nih.

But, like usual, selalu ada sesuatu yang bikin belajar jadi prioritas kesekian. Ahad ada baksos Muda Berseri di Sawangan, Magelang. Sepulang dari sana, hujan deras sederas-derasnya. Aku tepar setelah maghrib, lalu bangun setengah 10. Baru belajar 1 jam efektif, jam 11an aku sudah tidur lagi. Begitupun paginya. Ada-ada saja yang bikin nggak bisa fokus belajar, ah, sudahlah. Daaan.. Alhamdulillahnya sodara-sodara, soal FRS kemarin relatif mirip soal ujian 1. Dari 3 dosen, 1 pilihan ganda closebook, 2 esai openbook. Dalam waktu 100 menit, kami berusaha menyelesaian soal seabrek-abrek. Semacam lomba membuat esai jaman SMA dulu. Setelah ujian, aku ada acara. Sepulang acara itu, hujan deras turun lagi. Dan semalam, aku tepar lagi! Asyik beud dah.

Hari ini, aku baru belajar efektif setelah subuh. Dari 3 handout yanfar, aku baru selesai baca 1. Jam sudah menunjukkan pukul 8. Sementara rendaman pakaianku kehujanan 2 hari ini sudah menunggu, karena pagi tadi begitu cerah, aku segera beralih mengurus pakaian-pakaian itu, meninggalkan bahan ujian yang bertumpuk itu. Dalam 1 jam, aku sudah menyelesaikan urusan cuci-jemur. Lalu aku menjerang air dan menyeduh pop-mie. Kebiasaan buruk anak farmasi: udah tau mie itu nggak sehat, tetep aja dimakan :p Sambil sarapan, aku membaca ppt bahan ujian MFK. Btw, sudah setengah 10, bro! Kutinggalkan lepiku dan segera ke bersiap. Eh, kamar mandi 2-2-nya dipake lagi! Ah, mau mati aja rasanya. “Eh, masi lama nggak? Aku ujian jam 10 nih.”

Alhamdulillah, akhirnya bisa nyampe ruang ujian tepat pukul 10. Bermodalkan sok tau, aku mengerjakan 4 soal dari pak W dan 2 soal dari pak R. Sebisaku saja, lalu segera keluar untuk belajar MFK. Yanfar udah B ini, kalo jadi A alhamdulillah, kalo jadi C yang diambil kan yang B. Haha. Sambil makan di kantin, aku belajar MFK bersama 2 temanku. Seusai makan, kami sholat dzuhur. Dalam waktu yang singkat, lumayan paham deh tentang perpajakan. Daaaan… soalnya BEDA! Haha.. Ketika soal sudah dibagikan, temanku ada yang nyeletuk: “Eh, boleh keluar nggak?” Tapi dia cuma bercanda. Buktinya dia yang mengerjakan paling cepat dan segera keluar dalam waktu 1 jam. “Waktunya masih lama, nggak usah buru-buru.” Ujar bapak pengawas. Aku segera keluar setelah menyelesaikan semua soal. Ada 1 soal yang nyaris tanpa jawaban. Aku sudah blank. Yah, baiklah, kita lihat hasilnya. :3

Salima, 22 Januari 2013, 15:15

Jihad adalah ketika kamu sudah merasa kepayahan ketika melakukannya. Jihad dalam belajar adalah ketika sudah mencurahkan hati, pikiran dan waktu untuk belajar. Bukan dengan sisa tenaga di waktu yang tersisa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 16,850 hits

Goodreads

Instagram

My Script

Daily Story

January 2013
S M T W T F S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 737 other followers

%d bloggers like this: