GC Kuadrat

Leave a comment

December 10, 2012 by yonea

Weekend ini, lagi-lagi “maen”. Sabtu ke Goa Cerme, Ahad ke Goa Cemara. Dari goa yang dingin dan gelap ke pantai yang terang benderang dan panas. Aku menikmati keduanya sementara di kampus sedang panas-dinginnya PEMIR4.

Goa Cerme

Rombongan hanya terdiri dari 3×4 alias 12 orang.  Setelah menaiki ratusan anak tangga, akhirnya kami sampai di mulut goa.  Empat orang menyatakan tidak bersedia masuk. Maka tinggal 2×4 orang yang masuk goa. Dengan bermodalkan helm dan senter, kami menyusuri sungai di dalam gua dengan air setinggi mata kaki, lutut, bahkan se-pinggang.

Sungguh kebesaran Ilahi, ada kristal, stalagnit. dan bebatuan. Bahkan, katanya pernah ada kubah kristal yang dicuri. Berkali-kali kepalaku membentur “atap” goa, kakiku tersandung batu dan sepatuku kemasukan kerikil. Kami berjalan didalam air dengan mengandalkan kaki untuk mengenal medan. Di tengah perjalanan, bapak pemandunya berkata, “Mau tes mental nggak, Mbak?”

Kami hanya terdiam berpandangan. “Hah? Tes mental? Maksudnyah?”

Bapak itu hanya tersenyum geli. “Senternya dimatiin, Mbak.”

“Ooo..”

“Tapi satu menit aja ya, Pak.”

Serentak kami berdelapan mematikan senter. Tanpa suara. Tanpa cahaya. Alhamdulillah, bisa ngeliat.

“Yuk, Mbak. Lanjut jalan lagi.”

Karena keterbatasan waktu, kami hanya berjalan sampai tengah, di batu besar yang disebut dengan Air Terjun Penganten. Kemudian, kami balik ke pintu masuk lagi. Kurang panjang sih jalannya, Tapi kami harus pulang.

Yon's7577

Foto bareng sebelum masuk

 

Goa Cemara

Ahad pagi yang cerah. Harusnya aku kuliah tamu.  Tapi nggak jadi. Yasudah, akhirnya aku ikut serta dalam usaha perdamaian dunia #eh. Crescendo Training Organizer dapet orderan outbond dari BKPRMI Bantul. Konsepnya ada 4 pos. Tiga pos dijaga masing-masing 2 orang. Satu pos final battle. 

Pukul 06.30 Kami berkumpul di depan Apotek UGM. Trainernya 3×4 orang (lagi), 6 ikhwan dan 6 akhwat. Pukul 07.30 sampai di TKP. Briefing dan persiapan akhir. Lalu kami menuju ke pos masing-masing. Aku kebagian meng-handle pos 1. Kali ini aku ditemenin oleh Mia, anak AKINDO. Dibantu Desy dan Lya, kami membuat instalasi yang dibutuhkan. Setelah semua persiapan beres, Desy dan Lya menuju ke pos 2 yang terletak di dalam  hutan “goa” cemara. Pos 1 terletak di tepi pantai. Kapan ya aku terakhir ke pantai?

Sambil menunggu peserta yang kemungkinan baru datang jam 9, aku memanfaatkan pocket camera Desy dengan sebaik-baiknya. Selain ombak yang bergulung, tentu saja Mia yang jadi objek fotoku. Kalian tau apa yang kami lakukan selain itu? Mengisi TTS! Haha.. Salah satu perlengkapan yang digunakan yaitu koran. Ternyata ada kolom teka-teki silang yang belum diisi. Saatnya memutar otak. Kalo nggak tau jawabannya ya ask the audiens atau call a friend. Nggak ada opsi 50:50.

Setelah bertahun-tahun menanti, peserta akhirnya datang pukul 10.15. Permainan dimulai. Lanjut ke pos 2. Seru! Masih ada pos 3 dan pos 4, tapi Azan Dzuhur sudah berkumandang. Yah, nggak bisa ikut sampai akhir nih. Setelah sholat, aku segera pamit.

Pantai Goa Cemara

Pantai Goa Cemara

Jogja, dengan segala keindahan alam, kekayaan budaya, dan beragamnya karakter masyarakatnya. Sudah lima tahun lebih aku di Jogja, namun belum semua sudut kudatangi. Maha besar Allah dengan segala ciptaan-Nya.

Salima, 10 Desember 2012, 21:26

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 17,319 hits

Goodreads

Instagram

My Script

Daily Story

December 2012
S M T W T F S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 765 other followers

%d bloggers like this: