Dakwah Koq Lewat Sosmed?

1

December 2, 2012 by loratadine

Publikasi MUSDA 2012

Publikasi MUSDA 2012

Beberapa hari lalu aku mendapat SMS info Training Jurnalistik dan Social Media yang diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian agenda pra-Musyawarah Daerah (MUSDA) FSLDK DIY. MUSDA akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Desember 2012. Alhamdulillah, agenda rutin hari Ahad bisa dipindah Jum’at. Maka di sinilah aku sekarang. Di ruangan dengan setting posisi kursi bertingkat, dengan background sound instrumental semacam Owl City, Fort Minor, dll. Peserta yang hadir ada sekitar 50 orang. Tumben lebih banyak ikhwannya. Apa karena ikhwan lebih aktif di jejarsos yak? Entahlah. Yang jelas pembicara kita hari ini Ibrahim Vatih dari fimadani.com

Let’s check it out!

Fakta Penggunaan FB Dan Twitter Di Indonesia.

Pengguna FB di Indonesia sekitar 52.000.000. Ini berarti 2 dari 10 orang Indonesia punya fb. Padahal isinya cuma update status alay, curhat galau, kasi jempol, upload foto narsis, pedekate sama buka notif. Gitu-gitu doang. Tapi betah ya? Karena tiap hari itu ada info baru yang bertambah.

Mengapa Sosmed?

  1. Nggak butuh biaya mahal. Modal duit pulsa modem doang.
  2. Penyebaran informasi yang sangat cepat.
  3. Indonesia pengakses terbesar di dunia.
  4. Bisa diakses di mana aja
  5. Bisa menggiring mindset publik.

Media cetak terbatas pada tulisan dan gambar. Media elektronik terbatas di audio dan gambar. Media online bisa mengkombinasikan semuanya. Misal tutorial gambar, kalo di blog kan cuma gambar doang, kalo di Youtube bisa langsung praktek.

Tren informasi sekarang sudah terbalik

Kalo dulu dari TV masuk radio baru masuk ke media cetak. Kalo sekarang awalnya di media online diblow-up di radio abis tu masuk media cetak, dan puncaknya di TV.

Ada yang tau kapan detik.com berdiri? 1998. Tapi baru 2009 mulai booming. Sekarang detik.com dikenal sebagai media online nomer satu di indonesia karena paling cepat updatenya. Semua berita diupload. Tapi kadang tulisannya 2 paragraf doang si. Nggak memenuhi konsep 5W+1H.

Kenapa Chairul Tandjung mau beli detik.com dengan harga 560 juta dolar? Karena ke depan media online akan terus berkembang dan detik.com sudah punya basis pembaca. Kalo buat baru ya nggak akan semahal itu, tapi basis pembacanya belum ada.

 

Membangun Basis

Kategori orang yang bakal langsung difollow kalo dia bikin twitter:

  1. Selebriti
  2. Publik figur
  3. Produk
  4. Tokoh politik

Nah, kita masuk di kategori produk. Makin pendek dan unik namanya, maka bakal gampang diingat.

Media itu bukan cuma urusan nulis. Nulis itu tentang fakta nyata, sedangkan ngarang itu tentang fiktif.  Media itu nggak boleh dari opini pribadi. Kalaupun opini pribadi, harus melihat dari 2 sisi (coverboth). Sampein pendapat yang pro dan kontra. Biarkan pembaca yang menyimpulkan.

Edge Rank

Akivitas media online lebih lama daripada media cetak.

Misal: posting 27 september 2012, aktivitasnya sampe 27 Oktober 2012 (sekitar 1 bulan).

Ada lagi yang aktivitasnya sampe 6 bulan, ada juga yang 1 tahun. Kalo koran bulan kemaren, belum tentu hari ini dibaca lagi.

Bukan cuma medianya yang menyebarkan, tapi pembacanya juga.

Mana sih media yang netral? Ya cuma RRI dan TVRI. Itu pengelolanya pemerintah. Metrotv punya Surya Paloh, MNC (TPI, Global, RCTI) punya Hari Tanoe,  TV One dan ANTV punya Bakrie, Transcorp (TransTV dan Trans7) punya Chairul Tandjung. Maka kita harus bisa memilah-milah informasi yang ada.

SDM terbatas

Fimadani cuma diurus 7 orang. Dengan SDM yang terbatas, maka yang fimadani lakukan adalah mengelola informasi: membuang yang nggak perlu dan menambah yang perlu. Contoh coverboth cek: http://news.fimadani.com/read/2012/12/02/presiden-mursi-tetapkan-tanggal-referendum-konstitusi-pihak-oposisi-walkout/

Gimana supaya media kita pengaruhnya kuat?

Kalo masi pake konsep update konten golongannya doang ya nggak bakal punya pengaruh kuat.

Misal fimadani posting yang nggak sesuai jalur, maka di internal fimadani bakal dibahas. Etika jurnalistik nggak boleh menarik konten (dihapus), maka akan ada postingan permohonan maaf.

Ah, random ya nulisnya.Kira-kira begitu yang disampein pembicara. Kalo ada yang terlewat mungkin bisa ditambahin #eh

Umat muslim harus menguasai media supaya bisa menyelamatkan dunia.

One thought on “Dakwah Koq Lewat Sosmed?

  1. […] ← Dakwah Koq Lewat Sosmed? […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 16,862 hits

Goodreads

Instagram

My Script

Daily Story

December 2012
S M T W T F S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 737 other followers

%d bloggers like this: