A New Begining

Leave a comment

August 5, 2012 by yonea

“Giwangan.. Giwangan.. Yak, yang turun giwangan siap-siap!”, suara kondektur bis patas itu mengalihkan perhatian Kiki dari koran yang sedang ia baca.

“Yey~ nyampe Jogja!”, sorak Kiki dalam hati seraya mengucap syukur atas akhir perjalanannya berjam-jam dari tanah kelahiran. Tampak jelas kelegaan di wajahnya. Semangatnya menapaki bumi Jogja Berhati Nyaman tidak surut meski orang tuanya tak bisa mengantar.

Ini bukan pertama kalinya Kiki ke Jogja. Sebelumnya ia pernah ke Jogja ketika registrasi dan tes TOEFL, sekalian mencari kos. Alhamdulillah, ia sudah mendapatkan kos di dekat kampusnya berkat bantuan mbak-mbak IM3. Dengan langkah ringan, Kiki menuruni bus patas dan menuju ke shelter Trans Jogja yang berada di terminal Giwangan.

Tiga puluh menit kemudian, Kiki sudah sampai di kosnya. Kosan masih sepi. Hanya ada satu-dua orang. Kiki sengaja datang H-2 P2SMB atau yang disebut PALAPA, supaya bisa mempersiapkan diri. Tapi sebenarnya gak ada yang harus disiapkan sih. Kata temannya mereka cuma disuruh menghafal tarian daerah. Aku kan gak bisa nari, ntar nonton aja deh. Kalo disuruh maju ya ikut-ikut aja, pikirnya.

Karena tak ada yang bisa dikerjakan, ia memutuskan untuk berjalan-jalan. Setelah mengenalkan diri pada beberapa penghuni kosan yang ada, ia pun pamit. Tanpa terasa, ia sudah sampai di depan sebuah gedung di selatan gedung Grha Sabha Pramana. Tampak tulisan “Gelanggang Mahasiswa” di depan gedung tersebut. Banyak sepeda biru di parkiran. Hmm, sepeda itu boleh dipinjem gak ya?, gumamnya tak jelas. Dengan agak ragu, Kiki masuk ke gedung tersebut.

“Hei, sist, apa kabar?”, tiba-tiba ada seorang anak perempuan menepuk pundaknya. Sepertinya pernah ketemu.

“Hmm, siapa ya?”, sahut Kiki polos.

“Haduh, begitu mudahnya kah aku dilupakan?”, gerutunya kesal.

“Maaf deh, tapi aku lupa namamu. Aku inget koq kita pernah ketemu pas tes TOEFL. Kursi kita sebelahan kan?”

“Ya, ya, baiklah, kali ini kau kumaafkan. Aku Umi, dari Tuban. Kamu Kiki dari Sukabumi kan? Kita satu fakultas”, jelasnya sambil mengulurkan tangan mengajak salaman.

“Oiya, maaf, aku memang agak susah mengingat nama”, jawab Kiki sambil menyambut uluran tangan Umi.

Never mind”, sahut Umi sambil tertawa. “By the way, kamu ngapain di sini, Ki?”

“Cuma jalan-jalan, aku baru sampe trus ke sini deh.”

“Ya ampun, gak capek po?”

“Capek sih, tapi gak ada kerjaan. Kosan sepi.”

“Haha, ntar maen ke kosku ae. Rame. Yuk keliling bareng, aku juga baru datang.”

Mereka pun mulai melihat-lihat isi gelanggang. Ada lapangan basket, ruangan pramuka, catur, taekwondo, unit selam, unit fotografi, entah apalagi Kiki dan Umi tidak terlalu memperhatikan. Sepertinya semua kegiatan kemahasiswaan dipusatkan di sini.

“Dulu pas SMA kamu ikut apa, Mi?”

“Hmm, apa ya? Kalo gak salah sih OSIS, Paskib, Pramuka, PMR, Rohis, KIR, fotografi, sama mading SMA”

“Wah, wah, emang gak susah tuh bagi waktunya?”

“Hehe, ya, diatur aja. Lagian aku cuma ikut-ikutan, jadi ya gak sesibuk pengurusnya. Kalo kamu?”

“Aku cuma ikut Rohis, abisnya dilarang sama ibuku ikutan yang laen”, jawab Kiki muram.

“Lah, kenapa deh?”

“Gak tau tuh. Katanya kalo ikut paskib, pramuka, PMR tu capek. Ibuku dulu ikutan pramuka, tapi pas Jambore gak dibolehin ikut sama kakekku. Trus kalo anak OSIS, katanya bakal sering bolos pelajaran, soalnya banyak kegiatan.”

“Haha, kamu penurut banget, ya? Trus, ntar di kampus mau ikut apaan?”

“Yah, paling ngelanjutin Rohis. Ada kan ya?”

“Ya ada lah, kalo di tingkat univ ada Jama’ah Shalahuddin, kalo di fakultas ada namanya Keluarga Muslim Fakultas atau kalo gak salah namanya SKI. Kalo di biologi namanya Jama’ah Mahasiswa Muslim Biologi atau disingkat JMMB.”

“Ooo..  Koq kamu tau sih?”

“Iyalah, kemaren pas registrasi kan ada standnya. Kamu gak mampir ya?”

“Hehe, iya. Trus, kamu mau ikutan apa?”

“Yah, ntar liat-liat dulu deh. Kata mbak kosku, di kampus itu kegiatannya seabrek, harus pinter-pinter milih. Tiap lembaga pasti ada plus-minusnya. Ada resikonya. Pengalamanku SMA dulu sih asyik banyak kegiatan. Rencanaku di kampus ntar mau fokus ngembangin hobi fotografi. Mungkin ntar aku mau masuk unit fotografi atau semacam lembaga jurnalistik apa gitu. Empat tahun lumayan lama lho kalo cuma diabisin buat kuliah doang. Padahal kan kalo udah lulus yang diliat bukan cuma IPK, tapi pengalaman organisasi juga.”

“Yoi, sepakat.”

Sayup-sayup terdengar azan dzuhur berkumandang.

“Wah, sudah azan. Ke maskam yuk.”

“Okeee..”

Keduanya pun segera keluar dari gelanggang. Pertemuan mereka hanyalah awal dari perjalanan panjang mereka di kampus biru ini. Banyak hal yang akan terjadi. Siapa yang menanam, ia yang akan memetik hasilnya.

 

Salima, 5 Juli 2012, 14:15

Bayangkan jika cerpen ini harus jadi 1 halaman A6

n(_ _)n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 17,327 hits

Goodreads

Instagram

My Script

Daily Story

August 2012
S M T W T F S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 765 other followers

%d bloggers like this: