My Priority

Leave a comment

July 10, 2012 by loratadine

Ah, tau apa aku tentang prioritas?
Hampir empat belas hari sudah berlalu dan revisiku belum jua usai.
Sakit ketika pendadaran,
Salah gue?
Tepar seminggu setelahnya,
Salah temen – temen gue?
Dan lanjut riweuh jadi panitia sebuah perhelatan akbar
Trus, gue harus bilang wow, gitu?
Belum lagi urusan bimo, pa’ole dan crescendo,
Trus, gue harus salto?
Dan sekarang sudah tanggal 9, tinggal 11 hari menuju yudisium
Yah, itu kan derita lo!

Allahu robbi..

Teringat sebuah statement dari seseorang:

“Berhentilah ngurusi hal – hal diluar urusan skripsi. Temen – temenmu gak akan nolongin kalo sempit ngerjain skripsi!”


Dan aku sangat kesal mendengarnya. Walau mungkin yang kudapat kadang sesuai dengan statement itu. Kadang ada bisikan: Mereka kan tau, gue ngejar yudisium. Kenapa sih, masih aja ngajak jalan ke mana lah, nyuruh apa lah. Gak mikir apa?

Ketika mendengar bahwa aku belum selesai revisi, ada seorang teman yang kaget dan berujar,

“lha, kan  sudah lama revisi?? Antum tu fokus dulu aja dengan revisi, udah hampir habis waktu menuju yudisium tu.  Antum mau profesi ya agustusnya? Fokuslah dulu kalo memang sudah mepet. Pertolongan allah itu datang linear dengan usaha dan kesungguhan hambaNya.”

Ahad malam, ketika ada tawaran menjaga stand omah bayi di muslim fair, kutolak dengan alasan mau revisi.
Selasa sore, ketika tau bahwa akan ada stand pa’ole, aku protes karena membayangkan tak kan sempat aku revisi.
Jumat pagi, diajak bikin inspirit, kutolak dengan alasan mau revisi.
Jumat malam, diminta jadi tim buku saku ramadhan, kutolak dengan alasan mau revisi.
Kemarin malam ada seseorang yang meminta aku bergabung jadi tim editor sebuah buku kompilasi, kuiyakan. Tapi, ketika ia mengajak rapat, dengan tega aku izin dengan alasan mau revisi.
Tadi pagi, sensei sms jarkom sebuah ta’limat untuk esok selasa. Aku izin dengan alasan revisi.
Dan malam ini, untuk kesekian kalinya, tampaknya aku harus mengatur prioritas untuk esok hari. Berusaha tegas menolak dan memaksa diri berada di camp konsentrasi!

Hadir atau tidak, menerima atau menolak, mengerjakan atau tidak, semua adalah pilihan. Harus bisa memilih yang terbaik. Bukan cuma untung – ruginya. Tapi efeknya di masa depan. Karena menyesal kemudian tiada berguna.

Begitu banyak yang sudah dikorbankan. Harta, tenaga, darah dan air mata. Dan tentu saja korban perasaan. Sebuah cita – cita mulia yang menjauhkan seorang anak dari orang tuanya dan seorang kakak dari adiknya. Jangan sampai output yang didapat tidak sebanding dengan proses produksinya.

Salima, 09 Juli 2012, 22:08
Mencoba belajar ikhlash walau sulit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 16,850 hits

Goodreads

Instagram

My Script

Daily Story

July 2012
S M T W T F S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 737 other followers

%d bloggers like this: