8 Hari Mencari Makna #1

Leave a comment

May 28, 2012 by yonea

Monday Smile,

Senin seminggu yang lalu,
Jarum jam MonoL putihku menunjukkan sudut menuju pukul 08.00. Aku sudah standby di lobi unit III. Papan status para dosen menandakan pak Wawan sedang keluar. Entah aku yang terlalu pagi, atau aku sudah terlambat untuk menemui beliau di waktu pagi. Aku sudah hafal jadwal beliau. Kalo gak pagi banget, sebelum jam 8, berarti antara jam 11 sampe 13. Sangat jarang beliau bisa ditemui setelah itu. Beberapa kali aku terlambat karena berusaha menemui beliau pada waktu hampir ashar.
Lantai satu unit II terlihat sepi. Tak mungkin para karyawan dan TU belum datang jam segini. Tapi, itu lah yang ku dapati. Kusibukkan diri membuat daftar tabel, gambar dan lampiran di notesku. Sengaja An-naml kutinggal di salima. Niatku hanya menyerahkan draft pada pak Wawan. Setengah jam tak terasa. Para karyawan berdatangan dari pintu timur. Mereka menggunakan kemeja putih dan bawahan hitam. Ada apakah gerangan?

“lho, pak, kok baru datang? Gak ikut upacara?”, tegur seorang ibu pada Pak Yus yang baru datang dengan mengenakan batik.
“upacara apa e?”, sahut beliau santai.
“Hari kebangkitan. Wah, bapak’e bolos.”
“Oo.. Gak mesti ikut kan? Hehe..”

Aku cuma bisa tersenyum mendengar guyonan dosen dan karyawan itu. Hmm, tampaknya di TU sudah ada yang jaga. Aku pun masuk menuju TU di depan laboratorium teknologi formulasi. Sekilas kulirik ruang pak Wawan. Alhamdulillah, beliau sudah datang. Entah beliau masuk dari mana. Aku tak sadar ternyata beliau lewat.

“Assalamu’alaikum. Pak, ini draft saya.”
“Wa’alaikumsalam. Ya, taruh aja. Ini sudah semua?”
“iya, tapi belum dilengkapi yang laen – laen pak.”
“Nanti saya cek dulu. Anda kesini lagi rabu atau kamis saja.”
“Kalo besok selasa kira – kira sudah belum pak?”
“Ya, saya usahakan.”
“Bisa ketemu jam berapa pak?”
“Antara jam 11 sampe jam 1.”
“O, ya ya, terimakasih pak.”
“Ya, sama – sama.”
“Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumsalam.”
Aku pun meluncur menuju salima dengan langkah ringan.

Kemarin Tanjoubi-nya Pity. Aku segera membungkus everything pink untuknya. Sekitar jam 10 aku meluncur ke rumahnya. Aku disambut ibunya. Obrolan standar khas ibu – ibu. Kapan mbak Nea lulus? Lalalala. Kujawab saja seadanya. Tak lama kemudian pity keluar membawa origami. Dan jadilah selama hampir dua jam itu kami mengobrol sambil melipat kertas bermotif itu.

Sorenya, aku menemani Rika ke Pramita Lab dan GMC. Malamnya, aku menjemput Ispri di Lempuyangan. Karena sudah lewat jam 9, akhirnya aku mabit di kosnya. Aku pun mendengarkan kisah perjalanan Ispri dari Kediri ke Jogja. Selalu ada hal baru yang didapat selama perjalanan. Kalo aku sih ngincer oleh – olehnya. Haha.. [Bersambung…]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 17,294 hits

Goodreads

Instagram

My Script

Daily Story

May 2012
S M T W T F S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 765 other followers

%d bloggers like this: