Marketing Dadakan

Leave a comment

April 20, 2012 by loratadine

Dulu ketika SD aku kesal ketika melihat majalah Bobo banyak iklannya. Dan ketika sudah di kampus aku tahu bahwa pihak yang beriklan itulah yang membuat harga majalah/koran tidak terlalu mahal.

Kenaikan harga kertas membuat harga majalah langgananku itu naik juga. Tapi, ayah dan ibu tetap membolehkanku melanjutkan berlangganan majalah Bobo sampai SMA. Ketika aku SMA, aku pindah tinggal dengan nenek di Baturaja. Dan ternyata, Bobo gak dibaca Eza, hingga akhirnya kami tidak berlangganan Bobo lagi.

Ketika aku ngobrol dengan Mbak Adist, beliau menyampaikan suka duka jadi Marketing. Sedih ketika sudah capek – capek keliling tapi gak dapet dana. Tapi, kelelahan itu seolah terbayar ketika proposal sponsorship diterima, dan kucuran dana melimpah ruah mengalir.

Aku sudah pernah bilang kan kalo jadi marketing kudu sabar? Yah, pengalaman seminggu ini benar – benar menguras energi dan pikiranku. Selama ini aku selalu kagum ketika melihat publikasi yang banyak sponsornya.

Disini pentingnya jaringan. Bukan hanya dengan jaringan yang sudah ada, tapi juga membangun jaringan baru. Agak sedih ketika mengajukan proposal ke ikhwah responnya kurang baik, tapi ketika dengan non ikhwah dapet dukungan. Ah, sudahlah, dukungan ikhwah kan di semua hal, kecuali dana. Kalo non ikhwah ya bisanya bantu dana.

That’s why, muslim harus kaya. Aku membayangkan lembagaku sekarang mandiri finansialnya. Gak butuh support dana dari pihak lain. Punya percetakan sendiri, jaringan luas, bisa bantu ikhwah yang butuh support. Yah, resiko jadi generasi perintis, membangun pondasi tentu butuh tenaga ekstra, memikirkan semuanya dari awal. Kalo gak gini, gimana generasi penerus mau bisa mengembangkan ranah ini?

Aku ingat boz besar pernah bilang yang kira – kira isinya gini (gomen ne lupa redaksinya):

Wajar ketika gak banyak orang yang mau ngurusin ladang baru. Karena mereka harus menebang pohon dan menebas belukar. Tapi, jika gak ada orang yang mau memulai, tak akan ada ladang yang siap ditanami. Gak akan ada kebun yang bisa menjadi sumber penghidupan.

Tak ada gunanya merutuki kesulitan di masa sekarang, bayangkan betapa indahnya masa depan dan kau akan merasa ringan.

 

Salima, 20 April 2012, 20.31

-Efek mati lampu-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 16,853 hits

Goodreads

Instagram

My Script

Daily Story

April 2012
S M T W T F S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 737 other followers

%d bloggers like this: