Makanya Bawa HP!

2

April 4, 2012 by yonea

Waktu itu aku kelas 3 SMA. Hari pertama bawa motor sendiri, setelah lebih dari 2 tahun berangkat sekolah diantar Om Iwan atau bareng Om Aan. Entah sengaja atau tidak, hari senin itu aku gak bawa HP. Jadwal sekolahku beda dengan SMA lain. Senin dan sabtu pulang jam 13. Selasa, rabu dan kamis pulang jam 16. Sedangkan jum’at pulang jam 11. Senin sore ini aku liqo’, dan aku lupa izin ke nyai (panggilan untuk nenek) dan Om Iwan. Biasanya liqo’ku hari jum’at atau ahad, dan seringkali aku diantar Om Iwan. Tentunya Omku itu tau siapa MRku.

Menjelang maghrib, aku pulang langsung ditanya dari mana. Tumben. Biasanya nyai, yai dan Oom gak sekhawatir itu. Ah, tentunya karena takut aku kecelakaan atau apa. Maklum, hari pertama bawa motor. Ketika kulihat HP, banyak missed call dari Om Iwan. Tak lama ada sms dari MRku menanyakan apakah aku sudah sampai rumah, dan beliau mengatakan bahwa Om Iwan sampe nanya ke beliau. Yah, dari sana aku selalu membawa HP kemanapun pergi dan ketika izin pergi aku selalu bilang jam berapa pulangnya. Biar mereka gak khawatir.

Aku baru sadar bahwa pulsaku sudah habis dan aku tidak bisa membalas sms dari bosku ketika telpon salima berbunyi nyaring.

“Assalamu’alaikum, mbak, ini ibunya Dini. Dininya ada?”

“Wa’alaikumsalam, wah, gak ada e bu.”

“Kemana ya mbak?”, tanya beliau lagi

Waduh, meneketempe, dia kan tadi kagak pamit ke gue. Hmm, hari apa ini? Oh, Rabu!

“Kayaknya lagi tahfidz bu..”, jawabku

“Pulang jam berapa?”

“Biasanya jam segini udah pulang bu”

“Oo, ya sudah, nanti kalo Dini pulang, bilang disuruh nelpon ibu atau bapak atau Rofi ya.”

“Iya, bu Insyaallah nanti disampaikan”

“Assalamu’alaikum..”

“Wa’alaikumsalam warahmatullah..”

Aku sudah akan berbalik mengerjakan sesuatu ketika aku melihat sebentuk kotak putih di dekat TV. Ya, itu HP Arkan! Masyaallah, lagi – lagi dia gak bawa HP.

Beby calling!

Angkat aja deh.

“Assalamu’alaikum, Rofi, ni mbak Nea, HP Arkan gak dibawa.”

“Wa’alaikumsalam, oiya, nanti aja mbak, jazakillah”.

Ada apakah gerangan? Dan telpon salima berdering lagi. Dengan malas kuangkat.

“Assalamu’alaikum, dengan mbak siapa ini?”, ternyata telpon dari Ibunya Arkan lagi.

“Wa’alaikumsalam, ni Nea, bu.”

“Dininya udah pulang belum?”

“Belum bu.”

“Waduh, kalo begitu saya minta tolong mbak, tolong disampaikan ke Dini, si Rofi lagi ngurus beasiswa, butuh scan pembayaran BOP-nya Dini… lalalalaa.. kira – kira mbak Nea bisa menghubungi temannya gak?”

“Wah, saya gak punya nomer temannya Arkan, bu”

“Oo, ya sudah, pokoknya kalo dia pulang suruh segera nelpon bapak atau telpon rumah. Rofi sudah nangis, antri ketemu dekannya sudah panjang, paling lambat beasiswanya diajuin hari ini jam 2 siang.”

“Iya bu, insyaallah nanti saya sampaikan.”

“Terimakasih banyak mbak Nea, jazakillah khoiron katsir, semoga kebaikannya dibalas Allah, amin”

“Amiin, sama – sama, bu.”

“Itu saja ya, Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam warahmatullah.”

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 ketika Arkan pulang ke salima. Dan aku pun hanya menyambutnya dengan menyuruhnya melihat HPnya.

Salima, 4 April 2012, 12:24

2 thoughts on “Makanya Bawa HP!

  1. arkan bukannya sama dengan dini ya?
    #eh gak yakin juga

Leave a Reply to puchsukahujan Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 17,063 hits

Goodreads

Instagram

My Script

Daily Story

April 2012
S M T W T F S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 746 other followers

%d bloggers like this: