My Sister and I

Leave a comment

March 18, 2012 by yonea

“Huah, panas nian mbak. Ado kipas dak?”, seru adikku sambil kipas – kipas.

“Tu di kamar Arkan. Emang workshopnyo dak di ruangan AC?”, jawabku cuek sambil membongkar kado darinya. Sunshine Becomes You-nya Ilana Tan.

Eza hari ini ikut Workshop Sayembara Design Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan (JUTAP) UGM. Break dzuhur dan makan siang Eza malah kabur.

“Mbak, anterin Eza ke kosan kak Kintan yo? Ado mamanyo”

“Oke”

“Bentar, ku sms dulu.”

Aku mulai membolak – balik novel baru Ilana Tan itu.

“Koq notes kau angry bird galo? Aku jugo punyo notes angry bird.”

“Aku beli yang biru. Tu yang kuning dikasih kawan”

“Eh, kak Kintan lagi di Karita. Anter aku ke sano sekarang bae cakmano?”

“Yo dak papo.”

Aku pun mengantar eza ke  arah Karita.

“Eh, mereka lagi di Pondok Cabe. Anter ke sano bae mbak”

“Yo, aku sekalian nak mbeneri helm”

Ternyata tempat jualan helm di deket GSP gak buka. Oiya, stock logistik pada habis. Aku pun meluncur ke Mirota. Sesampainya di Mirota, aku pun mengsms eza.

Za, aq d mirota.

Tak lama berselang, Eza membalas:

Oke, gek amen lah slsy, aku nyusul.

Aku sedang melihat – lihat sepatu ketika Eza datang. Eza mencari frame. Dan kami pun muter – muter dari lantai 2, lantai 3 dan terakhir di lantai 1.

“Inilah yang gak ku suka kalo ke jogja. Abis duitku.”

This slideshow requires JavaScript.

Sekeluarnya dari Mirota, Eza belum dapat frame yang dia cari. Kami sempatkan mampir di Cindy Gift Shop. Tapi belum ada juga. Aku hanya membeli plastik dan pita. Entah untuk apa nanti. Prepare buat yang milaad Maret.

Sepulang dari Mirota, bukanya langsung masak buat dinner, Eza malah bongkar lemariku.

“Jeansku kotor mbak, besok aku balek ke Solo cakmano?”

Dan akhirnya dia berhasil mempadu – padan – kan kaos merahku, jilbab merahnya, cover roll biru donkerku dan rok kotak – kotak biru donker Misuki. Aku pun mengsms Misuki untuk meminjam roknya itu.

Sudah hampir maghrib sampai akhirnya kami masak mie goreng sawi sosis super pedes.

Ba’da isya’, aku mengantarkan Eza ke Mirota Batik. Sebelumnya kami mampir dulu ke rumah Pity-chan untuk mengantarkan titipan mbak Lilis, fee jaga stand Omah Bayi. Aku hanya bisa menahan nafas ketika aroma dupa menyebar di seluruh ruangan di Mirota Batik. Dalam waktu setengah jam kami sudah mendapatkan frame yang eza cari dan tempat HP. Tepat jam 21.00, ketika Mirota Batik sudah akan tutup.

Eza adalah mahasiswi Teknik Arsitektur Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta, angkatan 2010. Hampir dua tahun ini kami mulai intens berinteraksi. Kami berkembang dengan kondisi yang berbeda. Hingga kami cenderung berbeda karakter. Aku dikenal sebagai anak yang introvert, pendiam dan tertutup. Sedangkan Eza dikenal ceria dan terbuka. Aku anak ayah dan Eza anak ibu. Why?

Aku ingat dulu ketika kecil, aku terlalu banyak bertanya. Hingga ibu yang sedang memasak merasa agak terganggu. Setelah itu, aku lebih memilih nonton TV atau mengerjakan hal lain ketika ibu memasak. Hingga sekarang aku cuma bisa masak sekedarnya. Aku lebih suka bantuin ayah nge-cat, nukang, bongkar elektronik, nemenin ayah ke bengkel, bahkan nonton bola. Sementara Eza begitu dekat dengan ibu di dapur.

Hampir lima tahun ini aku hanya sms ayah ibu sekedar bertanya kabar. Ada alasan kenapa aku tidak terbuka dengan mereka. Aku tidak ingin membebani mereka dengan masalahku. Apa aktivitasku, orang tuaku tak tau. Apa aktivitas orang tuaku, aku tak tau. Dan Eza lah yang jadi jembatannya. Aku dan Eza banyak ngobrol ketika sarapan tadi.

Banyak hal yang belum kusampaikan pada orang tuaku. Terutama tentang cita – citaku. Yah, selama di kampus aku menjadi sangat tertutup. Karena beban akademis? Entahlah. Yang jelas – jelas harus bisa kulakukan setelah ini hanyalah fokus pada skripsiku. Kemudian pendadaran, yudisium April, wisuda Mei, dan mulai mengkomunikasikan cita – citaku setelah urusan skripsi sudah selesai. Aku sudah mencoba ingin mengkomunikasikannya sejak idul fitri lalu. Tapi kedua orang tuaku memotongnya dan menyuruhku fokus saja pada kuliah dan skripsi.

Mereka ingin aku jadi dosen, padahal aku interest di dunia jurnalistik dan dunia bisnis. Aku belum pernah bilang tentang ini pada mereka. Sebenarnya sayang sekali jika aku meninggalkan dunia farmasi. Ah, aku tidak ingin berpikir terlalu banyak kali ini. Karena akan menguras energiku. Aku sudah punya link magang di apotek dan usaha bisnis untuk bisa mengisi hari sambil menunggu kuliah profesi September. Hingga lulus profesi apoteker di 2013 aku akan berpikir panjang untuk fokus di salah satunya atau tetap di ketiganya dengan porsi yang proporsional. Bismillah. Ayo garap skripsi!

Salima, 18 Maret 2012, 16:09

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 17,294 hits

Goodreads

Instagram

My Script

Daily Story

March 2012
S M T W T F S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 765 other followers

%d bloggers like this: