OB on JMF [3]

Leave a comment

March 16, 2012 by loratadine

The last day of JMF~

Ada miskom! Shift 1 gak ada yang jaga.

Lagi – lagi sebuah pembelajaran tentang adab ijin dan konfirmasi.

Mbak Lilis menyerahkan pengaturan jadwal pada Lia dan Wiwit. Aku hanya jaga ketika Lia dan Wiwit gak bisa jaga. Aku dan mbak Lilis taunya yang jaga shift 1 Wiwit, padahal Wiwit gak merasa menyanggupi jaga hari kamis, sementara Lia juga full kuliah dari pagi. Mbak Lilis cuma bisa geleng – geleng. Koq ya gak ada yang konfirm. Padahal kan kalo emang mereka gak bisa, aku bisa jaga. I’m free. Just fokus on script. Selanjutnya jadwal di-share aja biar gak miskom.

Aku gak ada jadwal jaga hari ini. Tapi karena hari terakhir biasanya rame, dan tentunya mesti beres – beres, aku bantu jaga. Tepat ketika azan maghrib aku tiba di wanitatama. Keroyokan berempat, ngabisin leaflet. Mbak Lilis, Wiwit dan Lia muter – muter, aku ditinggal di stand.

Tepat jam 21.00 kami pun beres – beres. Ternyata mobil yang mau dipake ngangkut trouble. Barang – barang mesti dititip ke sekretariat Giant. Kami pun pamitan dengan sesama penjaga stand. Aku tukeran nomer HP dengan mbak Hani dan mbak Mei Mei. Kesempatan memperbanyak link. Bahkan aku sempat ngobrol dengan mbak Luki, salah satu member Hijabers Community Yogyakarta (HCY), pemilik Luli Butik. Pukul 21.40  Lia dan Wiwit pulang duluan. Aku menemani mbak Lilis membayar sewa stand ke pak Arif.  Setelah mengamankan barang – barang di luar, akhirnya pukul 22.15 aku dan mbak Lilis meluncur dari Wanitatama.

Seminggu ini sedikit banyak memberi gambaran tentang kehidupan pasca kampus. Bagaimana dakwah di masyarakat (sya’biy) harus luwes dalam berinteraksi. Komunikatif ketika berbicara. Ahsan dalam bersikap. Teori – teori yang di dapat di kampus akan teruji di masyarakat. Ramah dengan penjaga stand lain. Memang kita bersaing, tapi hendaknya dengan cara yang sehat.

Tentang jam malam yang ada di kampus pun tidak lain untuk menjaga keamanan para akhwat. Ketika kali ini aku melanggarnya bukan karena aku ingin, tapi memang karena kondisinya tidak memungkinkan. Ketika KKN, pertemuan dengan warga atau pemuda (sinoman) paling cepat sampai jam sepuluh, bahkan seringkali yang ikhwan lanjut sampai tengah malam. Dakwah kampus hanyalah idealita. Realita akan kita temui di masyarakat. Semoga istiqomah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 16,853 hits

Goodreads

Instagram

My Script

Daily Story

March 2012
S M T W T F S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 737 other followers

%d bloggers like this: